jump to navigation

SETELAH 10 TAHUN, CBN AKAN MENYONSONG WIMAX March 20, 2006

Posted by Bedjo in All About Computer.
trackback

PT Cyberindo Aditama (CBN) usai saja melakukan selebrasi setelah 10 tahun sukses menghadirkan layanan internet ke ujung jari konsumen di Indonesia. Pada Sabtu dini hari (18/3/2006) di Hotel Shangrila Jakarta, detikINET berkesempatan mewawancarai sosok yang membawa perusahaan itu bertahan selama satu dekade di rimba bisnis layanan dunia maya, yakni Director and Chief Commercial Officer CBN, Sugiharto Darmakusuma. Simak kutipannya.

Apa saja yang sudah dilakukan CBN selama 10 tahun?
Pelayanan terbaik dan inovasi-inovasi baru.

Layanan CBN sendiri sudah ada di berapa kota?
Sekarang ada di Jakarta, Bogor, Bandung, Samarinda, dan Bali. Di Jakarta saja, hotspot kita sudah ada di hampir setiap mal, hotel dan tempat hiburan atau tempat strategis untuk berbisnis lainnya. Bagi daerah yang belum tersentuh, masih tetap bisa mengakses dengan CBN Anywhere.

Apakah ada kendala?
Kendalanya, setiap produk dan servis yang diberikan harus menunggu waktu supaya masyarakat well educated.

Apa saja investasi CBN di 2006?
Untuk investasi di 2006, kita juga lagi menunggu. Wiring-wiring (jaringan berbasis kabel-red) sudah kita lakukan, fibre optic sudah kita gelar sepanjang Sudirman sampai nanti ke Kuningan untuk CBN Wiring.

Target CBN ke depan?
Target kita mungkin supaya penyebaran layanan internet kita di kota-kota lain bisa lebih berkembang, dan juga produk-produk baru yang inovatif akan kita berikan juga ke masyarakat.

Untuk 2006 ini, bagaimana perspektif CBN dalam melihat bisnis internet?
Tahun 2006 ini merupakan tahun yang penuh tantangan. Tahun kemarin BBM naik. Tahun ini kalau diekspektasi harga TDL naik, juga pasti ada imbasnya. Tapi kita berharap semoga efeknya tidak terlalu besar.

Bandwidth

Bagaimana soal ketersediaan bandwidth?
Bandwidth sekarang sudah cukup baik, kita punya bandwidth cukup besar. Kapasitas kita sebesar 350 MB. Ada yang terhubung ke Eropa, Amerika, dan Asia.

Harga bandwidth di Indonesia lebih mahal 45 kali dibanding luar negeri, apa sebabnya?
Bandwidth memang mahal. Tapi kami mengambilnya dari luar seperti Amerika. Memang kalau dibandingkan soal harga dengan di luar negeri masih jauh lebih mahal. Tapi mudah-mudahan kalau jumlah bandwidth semakin bertambah, mungkin harga akan sedikit lebih baik.

Apa ada masukan buat pemerintah agar tarif internet broadband bisa turun?
Masukan saya buat pemerintah sih supaya regulasinya jangan terlalu banyak lah, terutama kalau mengenai backbone, bandwidth, juga mengenai frekuensi. Nah, masalah frekuensi itu juga yang harus cepat dibereskan.

Roaming Hotspot

Mengenai roaming hotspot dengan delapan penyedia jasa internet (PJI) lainnya, kenapa belum berjalan?
Roaming hotspot itu kan baru saja ditandatangani, jadi memang belum dilakukan trial sama sekali.

Lalu, kapan mulai berjalannya?
Saya rasa setelah tahap-tahap teknis bisa dilalui. Mungkin setelah itu baru bisa jalan. Tarif juga belum dibicarakan. Mungkin kita harus duduk bersama dulu dengan pemain yang lain untuk menyeragamkan masalah tarif dan teknis. Tapi mungkin kesepakatan dasarnya sudah ada.

Dalam hal ini apa perlu campur tangan pemerintah? Apa ada masukan buat mereka?
Mungkin kita akan coba untuk lebih diseragamkan sistemnya. Itu mungkin bukan pekerjaan yang mudah. Tapi kita coba dulu dari hal-hal yang basic dulu, seberapa jauh kita bisa melangkah bareng-bareng dengan mereka.

Wimax

Ada rencana menggelar layanan Wimax juga?
Pasti. Kita siap. Kita akan berkembang ke arah Wimax. Jakarta pasti akan jadi salah satu tempat yang digelar. Kalau untuk test case, pasti akan di Jakarta dan Bali. Tapi pastinya di Jakarta. Dan itu tidak akan tumpang tindih dengan hotspot kami. Kita akan integrate itu semua.

Kapan akan mulai digelar?
Soal Wimax kita memang belum bicara secara detail, karena masih menunggu pemerintah soal frekuensi dan segala macamnya. Jadi kita wait and see, lah.

Regulasi Pemerintah

Sebagai pebisnis, menurut Anda regulasi mana yang harus diperbaiki?
Nah, soal Wimax itu yang harus segera diputuskan. Sekarang negara lain sudah mulai menggelar Wimax, sedangkan kita belum karena semua masih menunggu pemerintah. Apa rencana pemerintah soal Wimax, kita belum tahu. Other than that, saya rasa tidak ada banyak hal lagi. Banyak hal yang sudah dibuka juga oleh pemerintah. Cuma masih ada beberapa PR (pekerjaan rumah-red), lah. (rou)

Comments»

No comments yet — be the first.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: