jump to navigation

WINDOWS GRATIS, KENAPA TIDAK? March 6, 2006

Posted by Bedjo in All About Computer.
trackback

Jakarta, Meski belum jadi rencana resmi, Microsoft mulai mempertimbangkan upaya menghadirkan piranti lunak gratis. Bahkan yang akan digratiskan termasuk Microsoft Windows dan Office.

Rencana membuat software gratis itu terungkap dalam sebuah dokumen brainstorming Microsoft. Dua orang peneliti Microsoft dan seorang pejabat Microsoft Network konon berada di belakang dokumen itu.

Setiap tahun perusahaan yang bermarkas di Redmond, Amerika Serikat, itu mengadakan diskusi eksekutif untuk melihat kemungkinan-kemungkinan bisnis yang bisa digelar. Diskusi bernama Thinkweek itu biasanya dihadiri juga oleh Bill Gates.

Pejabat resmi Microsoft, kepada Cnet yang dikutip detikinet Selasa (15/11/2005), mengakui keaslian dokumen tersebut. Dokumen itu dibuat pada musim dingin 2005 (akhir tahun-red).

Perlu digarisbawahi bahwa Microsoft belum menjadikan software gratis sebagai bagian dari rencana mereka.

Windows Gratis?

Langkah menggratiskan software dipandang perlu untuk menghadapi para pesaing. “Jika pesaing mengeluarkan program versi gratis yang dipasangi iklan, mungkin kita harus melakukan hal yang sama,” sebut dokumen itu.

Di internet saat ini mulai bermunculan aplikasi web service yang berfungsi layaknya program Office. Misalnya terdapat aplikasi pengolah spreadsheet layaknya Microsoft Excel yang bisa diakses melalui browser.

Dokumen Microsoft itu juga menyeret-nyeret produk andalan Microsoft: sistem operasi Windows. Menurut para peneliti, Windows menarik pendapatan US$ 9 per tahun per pengguna.

“Pendapatan itu bisa disamai dengan pendapatan dari iklan, namun ada isu-isu user interface yang harus diselesaikan. Sistem operasi itu tidak memiliki cara menampilkan iklan tanpa mengganggu pengguna,” demikian tertulis dalam dokumen itu.

Batu Sandungan

Charlene Li, analis pasar dari Forrester Research, menyebut ide itu patut ditindaklanjuti. Namun Li juga memperingatkan akan adanya ‘batu sandungan’ terhadap rencana itu.

Salah satu sandungan adalah, software tidak selalu digunakan dalam keadaan online. Padahal iklan yang ditampilkan akan disalurkan secara langsung melalui internet.

Selain itu, Li melihat kebanyakan penggua belum siap untuk hal itu. “Pengguna belum tentu terbiasa melihat iklan pada aplikasi mereka,” tutur Li.

Sandungan besar bagi ide itu adalah privasi. Tidak semua pengguna, Li mencontohkan, akan merasa nyaman mengetik dokumen pada aplikasi yang menampilkan iklan sesuai apa yang diketiknya.

“Bahkan jika konsumen rela menukar sebagian privasi dengan iklan, ada pembela hak sipil dan pemerintah di Eropa yang tidak akan mengizinkan hal itu terjadi,” tutur Li.

Meski juga menggarisbawahi beberapa ‘batu sandungan’ tersebut, para peneliti Microsoft mengatakan sudah waktunya untuk bertindak.

“Dengan meningkatnya iklan online pesaing-pesaing kita akan memasuki pasar dengan produk gratis beriklan. Kita harus memiliki produk serupa di area yang sama,” sebut dokumen itu. Akankah jadi kenyataan?(detikinet)

Comments»

No comments yet — be the first.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: